Tasikmalaya – Pada Senin, 18 Juni 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 41 Tasikmalaya menerima kunjungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme, disambut oleh jajaran sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, serta para siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah. Beberapa fasilitas yang dikunjungi antara lain ruang kelas, asrama serta sarana dan prasarana lainnya yang mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan peserta didik.

Selain meninjau fasilitas sekolah, Menteri PPPA juga berdialog langsung dengan para siswa. Dalam suasana yang akrab, para siswa diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan harapan, serta menceritakan aktivitas mereka selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat SRT 41 Tasikmalaya. Dialog ini menjadi momen yang berharga bagi siswa untuk menyampaikan pandangan mereka secara langsung kepada pemerintah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama guru, wali asuh, dan wali asrama. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal dibahas, mulai dari pendampingan peserta didik, pelaksanaan program pendidikan, hingga upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menteri PPPA juga mendengarkan berbagai masukan dan pengalaman dari para pendidik serta tenaga pendamping yang berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari.

Kepala SRT 41 Tasikmalaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Menteri PPPA merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan perlindungan anak, khususnya bagi peserta didik yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pendampingan, serta fasilitas yang tersedia bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, sekolah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan anak. Komitmen bersama tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, ramah anak, dan mampu membantu peserta didik berkembang secara optimal.